Laman

Jumat, 09 Mei 2014

Alun alun kidul (alkid)

     Alun alun kidul yogyakarta biasa di sebut (ALKID) kini mrupakan salah satu wisata malan di djogja, di mana terdapat dua pohon beringin  besar yang berada di tengah, dan kono barang siapa yang bisa berjalan mencapai tengah diantara kedua pohon beringin dengan mata tertutup maka akan di kabulkan segala do'a/perminta'annya
     Hingga saat ini banyaknya pengunjung yang di dominasi kaula muda ini membuat tempat yang satu ini pdat merayap di malam hari, ditambah gemerlap dari lampu yang berada di sekitar alun alun kidul  ataupun dari odong odong (becak mini) yang mengelilingi / sepanjang jalan di alun alun kidul tersebut



Dalam tata arsitektur tradisional Jawa dikenal istilah Catur Gatra Tunggal, artinya empat elemen dalam satu kesatuan. Hal ini bisa disaksikan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tempat berdirinya keraton, masjid, alun-alun, dan pasar. Masing-masing sebagai pusat kekuasaan, ibadah, kegiatan rakyat, dan ekonomi. Yogyakarta mempunyai dua alun-alun, satu ada di depan keraton yang disebut Alun-Alun Utara (alun-alun lor), satu lagi ada di belakang yang disebut Alun-Alun Selatan (alun-alun kidul). Letak keraton Yogyakarta sendiri berada di sebuah garis imajiner yang menghubungkan antara Gunung Merapi, Keraton, dan Pantai Parangtritis




Halaman belakang kediaman Raja Jogja ini merupakan tempat sarat cerita. Dua folklore paling akrab dengan alun-alun kidul adalah tentang keberadaannya yang dibangun agar belakang keraton nampak seperti bagian depan sehingga tidak membelakangi laut selatan yang dijaga oleh Ratu Kidul yang konon punya hubungan magis dengan Raja Mataram. Cerita kedua adalah mitos melewati ringin kembar dengan mata tertutup. Permainan ini bernama masangin, singkatan dari masuk dua beringin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar